Jumat, 07 Oktober 2011

Ingin dalam harapan Biasa


Obsesi tak kan ada henti,
Sebelum lara berkata tuk mengakhiri
Menjalani ambisi hanya akan membuat diri ini pupus
Semua terkerah mengarungi jelaga jiwa

Hanya ingin biasa saja
Tak kan diriku dalam pengharapan itu
Hidup indah dimataku dalam dimensi yang berbeda
Melintasi Tahta dan Harta yang menjadi batasan halayak
Cinta dihatiku kan kusemai dalam bejana, emas itu menurutku
Enyah dengan segala Tanya
Ku hanya ingin biasa saja  

By : @10
Manna, 210811

Rabu, 05 Oktober 2011

Tarian Musim


Hanya satu aturan hidup untuk lelaki;
Bisa atau tidak bisa melakukan (Jack “Pirates”Sparrow).

Perjalan seperti apa yang akan aku cerita-kan untukmu tentang jejak, karena perahu-ku begitu kecil untuk memuat setiap per-simpangan, kita sepakati saja namanya kenangan. Barangkali awal bermula, dari mana, dari siapa, untuk apa, bagaimana-pun, seperti apa, dengan alasan apapun, semua kepunyaan kita pasti pernah ber-gumam nakal tentang ini: 
“untuk akukah hari esok”.

Terkadang aku, engkau hanya lupa, bahwa tik-tok jam tidak akan pernah berdentang untuk hari ini saja, begitu nikmat menikmati setiap gelombang kenikmatan ketika mimpi berhujan masih bersahabat dengan nadi rindu ini, namun pada akhirnya kita akan sampai pada hari dimana kita akan menghitung tiap keping hujan. Sungguh indah persimpangan ini, semoga perahuku masih bisa memuat setiap kenangannya.

Kenapa kita hanya bisa mengeluh, ketika kelelahan dan kalah akan rasa yang tidak bisa ditawar lagi, hanya menjadi hantu tidak nyata untuk orang lain. Namun tidak semua kita barangkali merasakannya, beruntunglah ketika aku, engkau, engkau dan engkau, pernah menghitung jejak-jejak samar pada tahun yang menyesakkan sangat, seperti ingin mencari jati diri ketika melewati rumah penjaga tapi hanya gelombang sunyi yang kita temukan dan setelah ini kebenaran hanya milik pikiran kita masing-masing, namun yakinlah bercerita pada apapun akan membuat kita begitu sejuk.

Barangkali selama ini engkau hanya bersua dengan aku yang busuk, aku yang oportunis sebab aku yang penjilat, aku yang egois sebab aku pikir bukan engkau yang akan menimbun kuburku, aku yang ingin menggugat Tuhan tapi tidak pernah nyata, aku yang mengutuk do’a-do’a namun setelah ini entah dengan apa aku merengek pada-Nya, aku yang enggan berkata sabar, aku yang takut hari esok, esok belumlah tentu hari ini, aku yang mencintai nadi musuhku dan ini kudapat dari si angkuh Don Vito Corleone, aku yang bebas dan ingin dicintai dan Beruang yang di ceritakan Legend of The Fall, tetaplah kau terjaga, aku yang mengagungkan cinta sesama tapi baru satu menit berlalu aku meng-hibah-kan mesiu pada imperial, aku yang sedang mereka-reka apa yang kuinginkan dari dunia, aku yang selalu lalui musim kejatuhan, aku yang cerdas namun tidak pernah mengerti apakah Butterfly Effect berlaku untuk apa saja? Aku yang intelek tapi tak pernah sehebat Chairil, aku yang sperti penjaga malam dan entah kapan aku bisa terlelap, lalu bermimpi dengan benar-benar, aku yang kritis “dan malaikatpun bertanya”, aku yang menjelma siluman buku, agaknya siapa keturunan terakhir setelah ini yang akan di aksarakan, bagi Dan Brown ini sangat sederhana, aku sedang mencari sesuatu yang mengerti tentang ajal, aku yang inginkan kematian, hidup lagi ketika ombak Cast Away menggoda, aku yang sangsi akan cinta, mungkin perempuan yang kunanti takkan pernah singgah lalu tengadah menyesali rindu yang tak tersampaikan ketika aku tak pernah tahu disebelah mana halaman rumahmu, aku yang aneh meskipun zarathustra kubalik demi halaman, kubakar lalu kutelan, aku yang sendiri mengunyah kenangan sebab engkau berlalu bersama sembilu angin laut sambil menikam nadi rinduku, aku yang berdialektika walau tak pernah sekalipun kuasai setiap inci podium, aku yang pahlawan tapi tak punya nadi Benjamin Martin, lalu tanpa Jeddah menjangkau petir sekedar memastikan agar ujungnya tak singgah dalam mimpimu, aku yang pejuang, agaknya menjadi cundang ketika rimba Zapatista menanti selingkuhku, aku yang punya masa depan, ntahlah. . baru saja kubakar semua mimpi yang dinginkan tiap hamba, 

dibukit tempat kita berladang ini, dan akhirnya aku pejalan terik yang hanya bisa mengutip, sambil bergumam “andai tidak ada Tuhan adakah yang lebih indah selain bunuh diri!”. . .

Status Galau


Kala Jelaga jiwa menemui nestapa
Tersungkur badan memuji kebesaran dan mengharap belas kasihNya
Tat kan jika harta dan tahta telah membuat serakah
Merasa diri paling angkuh yang tak kenal akhir dari segalanya
 · 24 Agustus jam 21:57 ·
Beranjak jua ketika surya perlahan menyibak setapak demi setapak jalanan dihadapku
Melangkah, mengayuh, mendaki mengarungi titian pertualangan yang dianugerahkan ini
Karena semuanya harus tetap berjalan dalam keadaan apapun
 · 14 September jam 10:34 ·
Raja siang dengan iringan langit merah kilau
Kian menghimpit di ufuk barat pantai ini menemui peraduanya
Alampun berangsur lengang melewati senja kelana
Dalam diri selalu ingin menapak tilasi semua kenangan itu
Melampiaskan semua kerinduan
Kutitip salam kepada langit, cemara dan deburan ombak
Jika ada yang mengadu rindu diwaktu yang berbeda
 · 16 September jam 18:06 ·
Kuingin kau jadi Mahligai bahagia di suatu saat nanti
Tapi kau pergi sblum saat itu datang
Penantianku tersudahi
Ku ikhlaskan !!!
 · 20 September

Senin, 05 September 2011

I Want to be together, Forever


When this bud grows
Like a body taking root
Each breath taken is a word
Imaginings, sounds, emotions mingle together
Weaving one robe arounf us
Our hands join
Our lips form in unison
Every word we say is the command of the high priestess
The rest is sand…
The rest is dust…
Only the sand blows then swirls and disappears
But we still dance
A dance that only we know
Our souls are like a palanquin
So just take a seat
And we will take all
Because
We
Are
One

By ; Dian Sastro Wardoyo

Minggu, 14 Agustus 2011

Honga Charity Part II

Event amal tahunan yang diadakan teman-teman honga club merupakan inisiasi yang membuat diri bangga tergabung didalamnya. Kali ini teman-teman honga melakukan kunjungan ke SLB Daya Ganda Daya Ananda Cab. DIY untuk melakukan buka bersama. Teman -teman disana memiliki keterbatasan fisik dikenal dengan cacat ganda/sejenis daun sindrom.

Ada beberapa hal penting yang bisa dijadikan kontemplasi berada diantara mereka. Dan yang terpenting menguatkan esensi kesyukuran kepada Allah SWT. Senyum yang menghiasi serawut muka polos itu seakan-akan memberi sindiran atas segala pengingkaran terhadap nikmat yang Allah berikan selama ini. Dengan kesempurnaan fisik dan jiwa ini namun sering mengeluhkan banyak hal, sementara mereka dengan keterbatasan itu masih mampu menatap dunia dengan senyum indah, berdiri tegar dan terus melangkah.

Dari seorang Teman Penghuni yang nampak sangat komunikatif bernama Rani, dia mengatakan bahwa penghuni Panti ini diklasifikasikan menjadi tiga yaitu : Mampu Rawat, Mampu Latih dan Mampu didik, sementara Rani dalam klasifikasi Mampu didik sehingga dia tampak lebih sempurna daripada yang lainya.

Hari ini, teman-teman panti sungguh berantusias melebihi antusias teman Honga untuk mereka. Mereka menyumbang banyak lagu dalam acara ini, ada Monica dengan "Andai aq punya Sayap ", Bisma feat Rino " jangan Menyerah ", Mimi dengan "pelangi-pelangi" , Rani menyanyikan lagu Smash group idolanya dan banyak lagi.

Sungguh indah kalbu berasa dihari ini, bisa hadir ditengah mereka. Dan merasa apa yang mereka beri telah lebih banyak lagi dibandingkan dengan ole2 yang dibawakan untuk mereka. Kemudian satu bagian yang tidak kalah berkesanya ; Terima kasih y Nana telah mengungkapkan perasaan cintanya ke saya, he...saya dan kita semua sangat menyayangi Nana dan teman-teman !!!

Kamis, 11 Agustus 2011

Puasa Sebagai Upaya Mengendalikan Diri

Puasa dalam arti menahan diri untuk tidak makan dan minum dikenal oleh manusia abad ke 20 dalam berbagai berbentuk dan motivasi. Ada yang melaksanakanya demi kesehatan atau kelangsingan badan, ada yang untuk tujuan protes terhadap suatu kebijakan atau mogak makan, ada yang memanfaatkan sebagai sarana untuk membersihkan jiwa, membebaskan diri dari dosa dan mendekatkan diri kepada Tuhan dan ada juga yang melakukan sebagai tanda berkabung atau menampakan solidaritas terhadap yang berkabung.

Apapun motivasinya serta bentuk dari puasa itu, ia tidak dapat dipisahkan dari usaha pengendalian diri. Pengendalian diri akan mengantarkan manusia pada kebebasan dari belenggu "kebiasaan" yang mungkin dapat menghambat kemajuanya.  Puasa merupakan suatu karantina diri untuk mendapatkan kekuatan melalui penderitaan sesaat ketika melakukanya.

Kemudian berpuasa merupakan tekad untuk menjadikan diri dapat menghadapi problem serta meraih kejayaan dengan kesadaran dan ketenangan Jiwa. Hal ini yang menjadi renungan dan penafsiran, mengapa cara pengendalian diri melalui puasa harus dilakukan dalam suatu bentuk. Sehingga tidak diketahui hakikatnya kecuali Allah dan pelakunya sendiri. Dari sanalah kesadaran diperoleh, sedangkan niat melakukanya karena Allan itulah yang kemudian akan menimbulkan ketenangan dan ketentraman jiwa.

Demikian peranan puasa dalam membina kualitas kita untuk menghadapi kebutuhan masa kini dan masa depan, baik membentengi diri dari kesulitan-kesulitan yang akan dihadapi maupun mencapai suatu keberhasilan.

Ikhwah fillah, Sahabat blogger kewajiban berpuasa ini tidak hanya ada dalam kehidupan manusia saat ini namun kewajiban melaksanakan puasa telah diserukan kepada umat-umat sebelum kita karena Pengendalian diri tidak mengenal dimensi ruang dan waktu dan pengendalian diri yang lahir merupakan kunci keimanan kepada Allah SWT.

"Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat-umat sebelum kamu agar kamu bertaqwa " (QS 2 : 183).


Keutamaan Ramadhan

Ramadhan terambil dari akar kata yang berarti "membakar" atau "mengasah". Ia dinamai demikian karrena pada bulan ini dosa-dosa manusia pupus, habis terbakar, akibat kesadaran dan amal sholehnya. Atau disebut demikian karena bulan tersebut dijadikan sebagai waktu untuk mengasah dan mengasuh jiwa manusia. Bulan Ramadhan juga diibaratkan sebagai tanah subur yang siap ditaburi benih benih kebajikan. Semua orang dipersilahkan untuk menabur, kemudian pada waktunya menuai hasil sesuai dengan benih yang ditanamnya. Bagi yang lalai, tanah garapanya hanya akan ditumbuhi rerumputan yang tidak berguna. (Shihab, 1998)

Berpuasa dibulan Ramadhan merupakan usaha kita untuk menguatkan kembali esensi keimanan kita kepada Allah, SWT. Dengan kepastian Janji yang diberikan oleh Allah SWT seharusnya kita menjadi lebih termotivasi untuk bergiat melakukan hal2 yang selama ini terlupakan dan terabaikan, semisal sholat yang khusuk dll.

Sahabat blogger bulan Ramadhan tidak juga memberikan alasan bagi kita untuk bermalas-malasan tetapi bulan Ramadhan adalah bulan penuh kreasi dan diwajibkan kepada kita untuk menyibukan diri dengan aktivitas yang bermanfaat dan ibadah. Dan juga kita tahu bahwa karya-karya besar Rasulullah justru terjadi pada bulan Ramadhan, misalnya Kemenangan dalam perang Badhar (2 H/624 M), keberhasilan menguasai kota Mekkah (8H/630M) dsb. Demikian juga umat sepeninggal beliau, misalnya kemenangan Islam di Spanyol terjadi pada bulan Ramadhan (91H/710M), kemenangan menghadapi perang Salib (584H/1188M), kemenangan melawan Tartar (658H/1168M)dsb, sampaipun Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada bulan Ramadhan bertepatan saatnya seperti Ramadhan tahun ini.

Ramadhan memiliki arti penting bagi kehidupan kita. Bisa dikatakan Injection spirit tahunan/pensucian/kontemplasi dsb. Namun yang pasti semangat Ramadhan harus memiliki keberlanjutan jauh kedepan hingga menyongsong Ramadhan berikutnya. Amin YRA !!! semoga aq dan kita semua selalu mendapat HidayahNYA....